Menu Tutup

Villa di Lembang Untuk Lebaran dan Acara Halal Bihalal

Info terkini bagi anda yang memerlukan sarana Akomodasi menginap Villa untuk liburan di lembang kami memiliki ragam penginapan yang cocok untuk mengisi liburan lebaran di villa lembang villa kami terdiri dari beberapa unit villa yang masing masing berbagai tipe dan bentuk villa serta ragam varian dari villa 1 kamar sampai dengan 11 kamar , dan seleksi harganya pun sangatlah bebeda kami akan ulas paket villa liburan lebaran dari harga yang pernah di alami tahun demi tahun sebagai patokan list harga paket rata rata 3 malam di Villa istana bunga lembang :

  • Villa 1 Kamar list harga paket 3 malam dari 5 juta sd 6 juta
  • Villa 2 kamar List harga paket 3 malam dari 6 juta sd 8 jut
  • Villa 3 Kamar list harga paket 3 malam dari 7,5juta sd 14  juta tergantung villa standard dan besar
  • Villa 4 kamar list harga paket 3 malam dari 8,5 sd 16 juta
  • Villa 5 kamar list harga 16 juta sd 18 juta
  • Villa 6 sd 11 kamar list harga dari 18 juta sd 24 juta

Memang dari harga itu bisa di bilang pantastis dan mahal karena list harga tersebut merupakan harga yang turun dari setiap pemilik.

Untuk info villa lembang untuk lebaran silakan hubungi kami di no yang tetera di website tersebut. Adapun perubahan harga dari tiap villa rata rata naik 75 % dari harga total dan berlaku harga paket menginap long stay untuk itu di berlakukan sebagai tanda booking villa minimal harus deposit payment sebesar 50 % dari harga total dan dp tidak dapat di kembalikan secara sepihak dalam bentuk apapun  dan apabila dp sudah masuk waktu check in anda tidak bisa pindah menempati villa lain karena villa istana bunga bukan milik perusahaan melaikan milik perorangan. Mungkin kami share Villa di Lembang Untuk Lebaran dengan harga paket menginap untuk info silakan konsultasikan dengan kami dan Cs kamipun senang bisa membantu anda .

Adapun mungkin bagi anda yang memelukan Villa Setelah lebaran yang biasa di pakai setelah umat islam merayakan idul fitri kami bisa menyedikan villa untuk acara halal bihalal

Villa Untuk halal-bi-halal
Villa Untuk halal-bi-halal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sebagai inti dari arti singkat dari halal bihalal  dui kutif dari nara sumber http://www.hidayatullah.com/ adalah

Halal bi Halal Hakekatnya Menjalin Kedekatan dengan Allah :

Oleh: Ali Akbar bin Agil

ADA sebuah tradisi kreatif khas masyarakat Muslim Tanah Air, yaitu Halal bi Halal. Satu kebiasaan yang hanya ada di negeri kita. Halal bi Halal muncul sebagai ungkapan saling menghalalkan kesalahan dan kekhilafan. Saling memaafkan satu sama lain. Setiap orang sadar tidak ada yang lepas dari kesalahan. Manusia tempatnya salah dan lupa. Idul Fitri dengan kegiatan Halal bi Halal-nya, membuat umat Islam melebur kesalahannya dengan berbagi maaf tanpa sekat yang membatasi.

Ada tiga pelajaran yang bisa kita petik dari kegiatan Halal Bi Halal. Pelajaran pertama adalah pembersihan diri dari segala bentuk kesalahan. Ibarat pemudik yang pulang ke kampung halamannya setelah sekian tahun merantau ke negeri seberang. Dalam perjalanan itu tidak sedikit ia isi dengan kesalahan, seperti lupa salat, lalai menunaikan janji setia kepada Allah, lupa berdzikir, bersikap angkuh atau berlaku aniaya kepada diri sendiri.

Di hari nan fitri itu kita “mudik” kepada Allah. Kembali kepada-Nya dengan membawa proposal berisi rintihan permohonan ampun. Memohon ampun atas dosa yang terjadi. Kita sadar bahwa diri ini penuh maksiat. Halal bi Halal menggiring kita untuk kembali ke kampung halaman yang sesungguhnya.

Kembali kepada ampunan Allah yang sangat luas. Itulah makna hakiki dari kalimat Minal A`idhin wal Faizin yang artinya “Semoga kita kembali kepada fitrah dan menang melawan hawa nafsu.” Kembali kepada jati diri yang suci bak bayi yang lahir ke muka bumi. Bersih, bening dan penuh ketulusan.

Pelajaran kedua dari Halal bi Halal adalah membersihkan hati dari rasa benci kepada sesama. Pada suatu hari, ketika Nabi SAW tengah duduk-duduk dengan para sahabatnya, ada seorang pria asing berjalan di hadapan mereka. Orang itu berjalan lalu pergi entah ke mana.

Setelah pria asing itu berlalu, Nabi berkata kepada para sahabat, “Dialah ahli surga.” Kalimat itu beliau ucapkan tiga kali. Sahabat Abdullah bin Umar penasaran tentang amal perbuatan yang dikerjakannya sampai sampai Nabi menyematinya sebagai ahli surga. Abdullah memutuskan untuk menyusul si “ahli surga” di kediamannya.  Abdullah minta izin menginap selama 3 hari di rumahnya. Pria ini memberinya izin. Ternyata selama 3 hari itu Abdullah tidak melihat amalan-amalannya yang istimewa. Abdullah semakin penasaran.

Akhirnya ia bertanya, “Wahai saudaraku, sewaktu engkau lewat di hadapan kami, Rasulullah berkata bahwa engkau adalah ahli surga. Amalan apa yang engkau kerjakan sehingga Rasul sangat memuliakanmu?” Pria sederhana ini menjawab, “Sesungguhnya aku tidak pernah melakukan apa-apa. Aku tidak punya ilmu dan harta yang bisa kusedekahkan. Aku hanya punya rasa cinta kepada Allah, Rasulullah dan sesama manusia.  Setiap malam menjelang tidur, aku selalu berusaha menguatkan rasa cinta itu sekaligus berusaha menghilangkan rasa benci terhadap siapa saja.”

Terkadang karena persaingan bisnis atau faktor lainnya terbesit rasa dendam dan iri hati. Mari kita singkirkan penyakit-penyakit pengotor hati itu dalam momentum Halal bi Halal. Tidak ada lagi kedengkian. Kita ganti dengan kelapangan jiwa. Kita obati kesombongan dengan kerendah-hatian. Kita buang permusuhan dan kita isi dengan persaudaraan.

Pelajaran ketiga adalah memupuk kepedulian dan kebersamaan. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari pergaulan dan kebersamaan yang dibangun lewat sikap tolong-menolong. Muslim yang kaya membantu saudaranya yang miskin. Sepatutnya rasa gembira seseorang juga memberikan bentuk kenikmatan yang lain, yaitu kenikmatan bersyukur dengan berupaya membagi kebahagiaan itu kepada sesamanya. Kini, saatnya setiap Muslim membumikan berkah-berkah kesalehan Ramadhan dengan menebar rasa bahagia ke setiap orang, memupuknya, merawat dan menjaga agar mendapatkan buah indahnya ikatan persaudaraan.

Syawal, sebagai bulan indahnya kebersamaan dalam kasih sayang, merupakan hari-hari yang begitu membahagiakan bagi semua Muslim. Sebuah waktu istimewa untuk dapat bersilaturahim, saling mengenal dan saling mendoakan. Doa yang dianjurkan saat berjumpa adalah, “Taqobbalallahu minna waminkum (Semoga Allah menerima amalanku dan amalanmu)” Kita hendaknya berusaha mengamalkan tuntunan Rasulullah untuk memberikan kesenangan dan kegembiraan fitri bukan saja kepada kerabat dan handai tolan, melainkan pula kepada saudara-saudara kita yang fakir, miskin, atau dalam kondisi yang memprihatinkan (dhu`afa), agar kelak mereka tidak lagi meminta-minta dan hidup kesusahan, hingga kegembiraan itu terus berlanjut dalam kehidupan yang layak.

Jika semua itu bisa kita lakukan, Allah berjanji dalam hadits Qudsi: “Cinta-Ku berhak (diperoleh) bagi orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, cinta-Ku berhak diperoleh bagi orang-orang mau saling memberi karena-Ku, cinta-Ku berhak diperoleh bagi orang-orang yang mau saling tolong menolong karena-Ku, cinta-Ku berhak diperoleh bagi orang-orang yang saling berlaku adil karena-Ku dan cinta-Ku berhak bagi orang-orang yang saling berziarah karena-Ku.”

Mudah-mudahan kita mampu menyinergikan Hablun minaLlah dan Habhun minann-Nas(hubungan baik dengan Allah dan sesama) dalam tradisi Halal bi Halal. Kepada Allah kita memohon ampunan-Nya dan kepada sesama saudara Muslim kita saling memaafkan.*

Penulis adalah pengajar di Pesantren Darut Tauhid, Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *